Cerita

Tampilkan postingan dengan label Cerita Kita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Kita. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Maret 2019

Dibalik Karya IMAJI IFA

KolaborasI PORTFOLIO, PROJECT BASED LEARNING, dan PANDU 45
dibalik karya IMAJI IFA






LATAR BELAKANG
Bulan Desember 2018 merupakan waktu target penyelesaian project buku IMAJI IFA bersama kakak Afifah. Di samping itu, ada desakan permintaan dari teman-teman IP di Gresik untuk mengadakan sharing tentang Pandu 45 (karena melihat saya telah mengikuti Workshop Pandu 45 di Jogja) sebelum kepindahan saya dan keluarga dari Kota Gresik.
Merasa minimnya pengetahuan di dunia minat bakat anak, maka permintaan teman-teman agak saya abaikan, karena memang sedang fokus finishing project buku Afifah sebelum akhir Desember.
Akhir tahun 2018, alhamdulillah project sudah selesai sesuai target dan buku IMAJI IFA sudah hadir di rumah kami. Meninjau kembali proses selama project ini berlangsung telah menyadarkan saya suatu hal. Betul saya masih minim dalam pengetahuan dunia minat bakat anak, namun saya dapat sedikit berbagi pengalaman selama mendampingi Afifah mengerjakan project tersebut. Karena di dalam project buku ini saya mendapat ragam insight learning yang tak terduga dan sangat berkaitan erat dengan dunia minat bakat anak. Di dalamnya tersirat cerita tentang manfaat jurnal portfolio, project, dan tentu saja sinkronisasi antara temuan dalam project dengan hasil belajar di Workshop PANDU 45.

Minggu, 09 Oktober 2016

1 Muharram 1438 H

🌙🌙🌙🌙🌙🌙🌙🌙
1 MUHARRAM
adalah hari kita,
hari yang Bapak pilihkan untuk kita,
hari ketika Allah menyaksikan janji seorang pemuda sebagai mitsaqan ghaliza.
Ada tujuan sarat pesan dan makna,
Makna Hijra dan Janji,
Janji untuk terus bergerak ke arah yang lebih baik,
Berjalan lurus menuju penghujung jalan-Nya...

Jumat, 06 Mei 2016

ZOO Lover (1) : Ragunan, Jakarta

Pengalaman pertama Ifa pergi ke kebun binatang di usia 7 bulan. Di usianya itu juga menjadi pengalaman pertamanya terbang dengan pesawat udara. Sepertinya dia memang sudah punya bakat dan bawaan senang travelling. Bisa jadi karena mendengar nurani uminya (ups).




Kembali lagi. Di sini Ifa ingin sedikit berbagi cerita pengalaman pertamanya jalan-jalan ke kebun binatang.

Usia Ifa kala itu masih 7 bulan, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan sebelum mengajaknya berwisata, yaitu :
1. Jam aktif dan jam tidurnya. Usia 7 bulan relatif masih wajib ada jam tidur pagi sebelum jadwal makan siangnya. Hal ini sangat penting diperhatikan karena jangan sampai di tempat wisata ia rewel mengantuk.
2. Jenis makanannya. Bayi yang baru kenal MPASI belum bisa disesuaikan dengan makanan dewasa atau jajan di sembarang tempat. Tekstur makanannya pun masih di tekstur lembut menuju kasar. Jadi perlu dipersiapkan dulu sebelum berangkat. Makanan yang menjadi kesukaan anak. Karena berwisata membutuhkan energi yang cukup dan baik.
3. Stroller atau kereta dorong. Anak nyaman menikmati wisata, orangtua pun bahagia. Pastikan sebelumnya kalau anak senang duduk di atas stroller yang akan dibawa berwisata.

Kamis, 05 Mei 2016

Outbound perdana Kakak Ifa






Alhamdulillah. Di usianya 3 tahun, Kakak berkesempatan ikut rekreasi dan outbound yang diadakan sekolah.

Ini menjadi momen kali pertama "menemani anak rekreasi sekolah", dan ini merupakan momen berharga bagi saya.

Jam 6 pagi, semua sudah siap. Abi, Umi, Kakak, Adek, dan seluruh perbekalan. Kami langsung menuju tempat bus menunggu.

"Umi!!! itu bus outbound", Kakak begitu antusias ketika bus berwarna merah itu masuk dalam pandangan matanya.

Senin, 11 April 2016

Agrowisata Bhakti Alam Pasuruan

Setiap ada long-weekend, Abi selalu mengajak rekreasi ke luar kota. Dan ini waktunya saya untuk berburu destinasi. 
Karena beberapa Zoo di sekitaran Jawa Timur sini sudah Kakak kunjungi, saya mencoba mencari-cari destinasi wisata alam.
Dan saya menemukan ini : Agrowisata Bhakti Alam Pasuruan.

Liburan hemat keliling Surabaya

Akhirnya, Abi mau juga diajak keliling Kota Surabaya. Yeayy..
Saran untuk mommy-mommy yang pengen ngajakin suami jalan-jalan, tapi destinasinya bikin suami agak ragu. 
Ini tips nya : 
- Susun rencana dengan matang,
- Jadwal acara nyaman untuk semua,
- Cari web/blog valid yang bisa kita review dan jadi proposal ke suami
- Sekalian cek lokasi di google maps, untuk mempermudah urutan tujuan

Dan, inilah liburan hemat ala-ala kami keliling Kota Surabaya. Alhamdulillah juga, semua sesuai rencana.

Minggu, 03 April 2016

Bulan Madu (part 2-habis) : Garut

Alhamdulillah.
Suatu kemewahan bagi kami mendapatkan pondokan ini. Secara, rencana honeymoon ini tidak dipersiapkan dengan matang (oleh si dia) dan gentingnya situasi pasca treking enam kilometer.
Saat raga mencapai kelelahan yang tak mampu diungkapkan oleh lisan ini, ditambah dengan guyuran hujan deras yang membuat suasana semakin r.o.m.a.n.t.i.s.
Pagi ini kami harus menuju kota sebelah. Ya, kami tidak bisa berlama-lama menikmati pondokan ini karena jadwal honeymoon yang padat merayap. Setelah relaksasi jalan pagi menikmati hawa segar Maribaya, dan memang baru seksama mengamati kawasan ini karena kemarin hujan deras. Kami mengepak semua pelengkapan ke dalam dua tas : tas gunung dan tas ransel.

Jumat, 01 April 2016

(terjebak) Bulan Madu : Bandung

Bagi pasangan yang baru saja menikah, sudah menjadi hal lumrah untuk merencanakan bulan madu. Begitu pula dengan kami. Ini ide si dia (baca : suami), tentu saja sebelum menikah saya hanya dapat menampilkan sikap pemalu saya dan saya cukup ge-er merespon ajakan si dia.
Satu bulan sebelum menikah. Si dia minta saya untuk pesan tiket KA ke Bandung, saya langsung tanya "untuk siapa dan apa?". Si dia jawab "untuk kita nanti setelah nikah, bulan madu ceritanya", saya jawab singkat "oke, saya browsing dulu". Jawaban sesingkat itu sama sekali tidak menggambarkan pikiran saya yang sudah mengembara kemana-mana....wah ternyata dia so sweet juga pake acara bulan madu segala, diajak kemana ya nanti, hmm perlu persiapan khusus nih....

Sabtu, 06 Juli 2013

satu muharram satu empat tiga tiga hijriyah

tulisan ini akan sedikit menggambarkan kejadian pada tanggal bersejarah itu, silahkan diikuti ...

03.00
sesuai dengan alarm yang saya pasang di hp, pukul 03.00am saya terbangun. beberapa kali mengerjapkan mata, dahi saya mengerut "dimana saya?", sedetik kemudian saya hanya tersenyum. dinding kamar saya sudah terbalut kain licin berwarna putih tulang dan kuning emas. saya lihat disamping saya, ibu masih tertidur. segera saya turun dari ranjang dan mengambil air wudhu.

04.00
setelah tahajud dan mandi, ibu mengingatkan "dek, ayo sarapan dulu", saya mengiyakan, saya pikir tanggung, nanti saja setelah sholat shubuh.

05.00
ibu perias itu datang, saya sudah bersiap diri dan setor tampang polos. saya hanya berkeyakinan dan percaya, ibu ini akan memberikan riasan terbaiknya di hari ini, yang tentu dia tahu bahwa hari ini akan menjadi sangat bersejarah. pada akhirnya keyakinan dan kepercayaan itu tidak sia-sia.

06.00
saya tersenyum, melihat sanak keluarga yang hilir mudik, bergantian dirias, dan semuanya tidak ada yang waktu riasnya se-lama saya.

07.00
saya sudah siap, tepat sesuai waktu yang direncanakan. sudah ada beberapa ucapan selamat  via sms. sambil menunggu mobil datang, saya terus berdzikir dan melafal alfatihah, itu pesan keramat dari ibu. mba menghampiri dan berbisik "jangan lupa pasang senyum terus", saya tanggapi serius "senyum setiap saat?" sambil mempraktekkan senyuman ala saya, mba menjawab tak kalah serius " iya, sepanjang waktu, tapi jangan sampe nyengir"..

08.00

saya sudah di masjid. melihat sanak keluarga yang antusias, saya berucap banyak terimakasih dalam hati saya. terus berdzikir dan melafal alfatihah.

09.00
bapak berjas hitam itu mulai membuka acara sakral ini, bismillahirrahmanirrahim...

10.00
'dia' yang sempat saya lihat tadi bertampang sangat serius, sekarang sudah nyengir minta dilapkan keringatnya, sungguh itu membuat saya mati gaya.





11.00
senyuman ini sudah mulai terasa kaku rasanya

12.00
dengan alasan tidak menyia-nyiakan riasan 'mewah' dan mobil mewah (pinjaman), 'dia' langsung menculik saya ke masjid kampus, tidak tanggung2 sopir dan juru foto juga 'dia' sertakan dalam edisi tambahan ini.

13.00
kembali ke kamar berbalut kain licin ini, kali ini bersama 'dia'

....sholat-makan-istirahat......

begitulah singkat sejarah awal cerita ini,
terimakasih untuk 'dia' yang telah mempercayakan separuh diennya bersama saya,
abi Wanda Hafiz Nurzaman