Tampilkan postingan dengan label #ODOPfor99days. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #ODOPfor99days. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Januari 2017

Malam Tahun 2017

Malam Tahun Baru
______________________________________
Suatu pagi di awal tahun, beberapa tahun yg lalu. Saya pergi ke rumah teman untuk mengerjakan tugas kuliah.
Si teman kaget karena sy datangnya terlalu pagi, menurutnya.
"Wit, kamu ko udah dateng aja?" tanyanya.
"Lha kan janjinya jam 9" jawab sy singkat.
"Semalem aku taun baruan deket rumahmu, di O kilometer. Kamu ga kesana?"
"Ga" jawab sy singkat.
______________________________________
Ga pernah terpikir, tepatnya.
Ga pernah terpikir menghabiskan malam nongkrongin kembang api sambil tengkuk leher pegel.
Alhamdulillah, sebelum ada teori konspirasi wahyudi, bapak memang tidak pernah mengenalkan terompet dan kembang api sejak saya kecil dulu.
Saya ingatnya, malam tahun baru itu dengerin ceramah Pak Amien Rais di Masjid Gedhe. Pernah sampai pergantian tahun, tapi seringnya duluan pulang karena ngantuk.
Dan kini, saya telah di posisi menjadi orangtua. Orangtua yg sudah mulai 'kelagapan' nanggepin pertanyaan si kakak.
Dan tentu, hari ini kakak pun mulai 'ngeh' dengan kehadiran suara terompet di sekitar rumah.
Saya mengajaknya sibuk beberes perlengkapan untuk acara malam ini.
"Kita mau jalan-jalan kemana mi?"
"Malam ini Abi mau ajak kita tidur di masjid. Kakak mau?, Nanti banyak temannya disana."
"Mau miiiii..." 🕌🕌
Sudah, itu dulu saja. Tanpa penjelasan lanjutan.
Alhamdulillah, first mabit Kakak IFA dan Adek KHALID. ❤❤
.
.
Ps. Teman kuliah yg tersebut di atas saat ini sudah berhijrah cantik :)

Minggu, 09 Oktober 2016

Review Novel RINDU



Identitas Buku
Judul : Rindu
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Republika Penerbit
Tahun : 2014
Isi : 544 halaman

Novel “Rindu” adalah buku ke-20 dari TereLiye, sejak buku perdananya yang berjudul “Rembulan Tenggelam di Wajahmu”. Novel ini telah dicetak lebih dari 10 kali sejak terbit perdana di bulan Oktober tahun 2014.
Banyak sekali pesan yang saya tangkap dalam novel ini. Saya pun sempat berpikir sepertinya ini TereLiye bermula ingin menuliskan buku motivasi atau ceramah agama Islam. Dan disini saya ingin sedikit mengulas beberapa pesan tersebut menjadi 2 kelompok pesan. Pertama pesan eksplisit, dan kedua pesan implisit.

Refleksi 14 tahun Baligh

2 Oktober 2002
Sekitar jam 10 pagi, ketika di kelas sedang berlangsung pelajaran Kewarganegaraan.
Seorang bocah yang baru saja selesai menyetor hafalan UUD-nya, merasa ada yang tidak beres dalam dirinya. Duduk dan berdiri menjadi sangat tidak nyaman.
Bocah itu memutuskan ijin kepada guru untuk keluar kelas.
Setengah berlari melewati jajaran kelas ini, melalui jalanan ini, dia menuju asramanya, lebih tepatnya dia menuju kamar mandi.
2 Oktober 2016
Tepat hari ini, melewati 14 tahun usia manusia, bagaimana nasib kitab amal bocah itu?
Sudah 14 tahun kitab amalnya ternoda oleh dosa. Seberapa kelam kah kitab itu?
Ighfirliii....
Ighfirliii....
Ighfirliii....
Semoga Allah membuka pintu taubat ini, memberikan cukup usia untuk menebus semua dosa itu, dan untuk banyak banyak berbuat baik.


1 Muharram 1438 H

🌙🌙🌙🌙🌙🌙🌙🌙
1 MUHARRAM
adalah hari kita,
hari yang Bapak pilihkan untuk kita,
hari ketika Allah menyaksikan janji seorang pemuda sebagai mitsaqan ghaliza.
Ada tujuan sarat pesan dan makna,
Makna Hijra dan Janji,
Janji untuk terus bergerak ke arah yang lebih baik,
Berjalan lurus menuju penghujung jalan-Nya...

Sepeda Pilihan


Judul foto ini : Kakak Adik belajar Nrimo
Bagi orang perfeksionis, pemandangan dalam foto ini sungguh janggal. Ketika si kakak bersepeda biru dan si adik bersepeda pink.
Dulu, ketika motorik Kakak sedang pesat berkembang, kami menawarkan sepeda. Dengan pewacanaan dan analisa kebutuhannya, sepeda pink kecil itu hasil pilihan kakak sendiri.
Sekarang, ketika jok sepeda pink itu sudah mencapai batas tertingginya, Abi kembali menawarkan sepeda untuk Kakak. Kembali dengan pewacanaan dan analisa kebutuhannya, serta ditambah dengan sense sister-brother.
Akhirnya, Kakak dengan suka rela memilih sepeda diameter 18' itu berwarna biru. Tujuannya supaya kelak adiknya juga senang dengan sepeda biru itu.
Dan si adik, tak perlu ditanya bagaimana ia bersuka cita dapat mengendarai sepeda tanpa diganggu kakakny, warna pink tak menjadi masalah baginya. :D
Sekian.

Refleksi 4 tahun Afifah

Sejenak ingatan meluncur kembali 24 tahun silam.
Peristiwa bersejarah yang masih terekam dalam memori dan terputar kembali saat ini.
Ketika aku mulai belajar menyembunyikan rasa takut,
Ketika aku berjalan penuh percaya diri,
Ketika rasa bangga menyesaki dada,
Ketika seragam perdana itu melekat di tubuh mungil ini.
Ya, peristiwa hari pertama masuk ke TK.ABA Kauman.
Memakai seragam sekolah, berangkat berjalan kaki. Tangan besar itu menggenggam tangan kananku (satu lagi tangannya menggendong adik kecilku).
Ya, pemilik tangan besar itu yang membuatku begitu percaya diri dan berani untuk berangkat ke sekolah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kakak Afifah, hari ini kakak sudah menginjak usia 4 tahun.
Semoga Allah senantiasa menuntun umi dan abi dalam mendidikmu, nak.
Menghantarkan kakak menjadi pribadi Shalihah yang dicintai-Nya, amiiin.

Mbah Tjokro Soenarjo


Ini Mbah Cokro
Mbahyutnya Afifah & Khalid
Alhamdulillah,
Allah senantiasa mengaruniakan kesehatan kepada Mbah Cokro.
Hingga di usia senjanya, beliau masih begitu peduli pada demand pasar atas produknya, yakni bakaran sate.
Usianya sudah berkepala delapan, tapi mbahkung masih tetap seperti mbahkung yang dulu. Mbahkung yang pendiam.
Namun dalam diamnya, Mbah Cokro mengajarkan banyak hal keikhlasan.
Ketika Ibu berangkat haji, beliau ikhlas dalam diam melepas putrinya meskipun beliau mungkin yang lebih dahulu mendamba tanah suci.
Ketika mbahputri meninggal, tak ada air mata di pelupuk matanya, beliau ikhlas dalam diam melepas pergi istri tercintanya.
Ketika hari raya tiba, beliau hanya memberi senyuman tulus menerima permohonan maaf kami, tanpa banyak petuah nasehat, hanya pertanyaan "anakmu sing endi?", Lalu mengeluarkan amplop putih dalam sakunya.
Dan saat ini, beliau tetap bertahan dengan tekadnya untuk tinggal seorang diri di rumahnya.
Dalam diam, tangannya gesit bekerja memotong kawat, membuat kerangka, mengikat simpul, hingga membawanya ke Pasar Beringharjo dengan sepeda onthelnya.
Semoga sehat selalu, mbahkung...

Safeea Kiddo Undercover

💟💟💟💟💟💟💟💟
Transformasi SAFEEA KIDDO
🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀
🌻 Belum ada 1 tahun usianya.
Dirilis sejak bulan Oktober 2015, dengan modal 5 juta, dikomando oleh Abah&Ibuk Yuri, dibantu oleh 2 penjahit, lahirlah SAFEEA KIDDO.
🌻 Bermula dari hanya kulakan belasan meter kain, hingga sekarang tiap rilis telah menghabiskan 30-40 rol kain.
🌻 Saat ini, tim produksi telah mempekerjakan 7 penjahit rumahan, dan dibantu oleh 3 admin, SAFEEA KIDDO telah mencapai omset puluhan juta untuk sekali rilis.
🌻 Dengan asas kekeluargaan, Ibuk Yuri menggandeng lebih dari 30 reseller yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Dari Bukittinggi, Riau, Pangkalan Bun, Tarakan, Balikpapan, Makassar, Palu, hingga Mataram. Dan yg jelas memadati seluruh pulau Jawa.
Go SAFEEA KIDDO 🚀🚀
Semoga barokah-Nya selalu menaungi ikhtiar kita menjemput rizqi-Nya.

Ketika banyak marketer dari perusahaan kosmetik atau minuman nutrisi yg sibuk mencari customer / downline dengan menawarkan bonus materi yang menggiurkan dan berlimpah...
Saya juga pengen pamer bonus yg sy dapat selama 8 bulan berjualan SAFEEA KIDDO.
> ilmu bisnis dan marketing
> ilmu tentang perkainan
> pasar fashion
3 poin diatas itu hanya 10% dari bonusnya.
Bonus yg lainnya?... buanyaaak banget..
✅ ilmu parenting dr pengalaman bukan sekedar teori,
✅ ilmu reproduksi dari master biomedis,
✅ karya cerita fenomenal langsung dr penulisnya bukan hanya copas,
✅ ilmu kecantikan dan kosmetik yg membuat si papa kembali booming,
Dan....bonus utama yg tak ternilai harganya,
SAFEEA KIDDO Family !!! 🎉🎉🎉
Keluarga online, yg kita bisa curhat kapan aja, nanya apa aja, dan bayar invoice kapan aja (ups...ampuuun boss 🙊✌🏽🙈)
Semoga rencana Family Gathering kita tahun depan sukses yaaa...
Go Safeea Kiddo !!! 🚀🚀
Semoga barokah, amiiin..

Menjadi Ibu Kuat

Tak akan menjadi Ibu yang kuat jika hanya disiram dengan kata-kata cinta, romantis, atau bahkan memanjakan sepanjang hari. Dia perlu diterpa angin agar batangnya mengokohkan diri.
Itulah dia.
Dibalik sikap protektifnya kepada keluarga, dia harus memaksa dirinya untuk merelakan ibu dari kedua anaknya menjadi seorang wanita yang tangguh.
Dia harus berani 'membiarkan' istrinya menjadi ibu yang kuat.
Itulah dia.
Yang rajin memberi tantangan kepada istrinya, sedikit demi sedikit.
Itulah dia.
Yang menyunggingkan senyum ikhlas kepada kami seraya jarinya menekan tombol untuk mengambil gambar ini.
Dan kami yakin, dalam hatinya sedang merapalkan dzikir dan doa-doa untuk keselamatan kami.
Terimakasih Abi utk tantangannya,
Alhamdulillah... umi bisa !! :)
.
.
.
Umi, Afifah, Khalid, from Juanda to Cengkareng.