Novel ini bercerita
tentang dua kisah. Kisah Aland dan kisahku. Kami berbeda ruang, namun bisa
dikatakan dalam satu waktu. Aku sedang melakukan perjalanan panjang dengan
akhir yang tak bisa kutebak. Dalam perjalanan ini, aku mendapat tugas khusus
untuk menceritakan kisah Aland dalam mempersiapkan agenda besarnya. Dan
keberadaanku disini tak akan pernah diketahui oleh Aland.
Selasa, 05 April 2016
Minggu, 03 April 2016
Bulan Madu (part 2-habis) : Garut
Alhamdulillah.
Suatu kemewahan bagi kami mendapatkan pondokan ini. Secara, rencana honeymoon ini tidak dipersiapkan dengan matang (oleh si dia) dan gentingnya situasi pasca treking enam kilometer.
Saat raga mencapai kelelahan yang tak mampu diungkapkan oleh lisan ini, ditambah dengan guyuran hujan deras yang membuat suasana semakin r.o.m.a.n.t.i.s.
Pagi ini kami harus menuju kota sebelah. Ya, kami tidak bisa berlama-lama menikmati pondokan ini karena jadwal honeymoon yang padat merayap. Setelah relaksasi jalan pagi menikmati hawa segar Maribaya, dan memang baru seksama mengamati kawasan ini karena kemarin hujan deras. Kami mengepak semua pelengkapan ke dalam dua tas : tas gunung dan tas ransel.
Suatu kemewahan bagi kami mendapatkan pondokan ini. Secara, rencana honeymoon ini tidak dipersiapkan dengan matang (oleh si dia) dan gentingnya situasi pasca treking enam kilometer.
Saat raga mencapai kelelahan yang tak mampu diungkapkan oleh lisan ini, ditambah dengan guyuran hujan deras yang membuat suasana semakin r.o.m.a.n.t.i.s.
Pagi ini kami harus menuju kota sebelah. Ya, kami tidak bisa berlama-lama menikmati pondokan ini karena jadwal honeymoon yang padat merayap. Setelah relaksasi jalan pagi menikmati hawa segar Maribaya, dan memang baru seksama mengamati kawasan ini karena kemarin hujan deras. Kami mengepak semua pelengkapan ke dalam dua tas : tas gunung dan tas ransel.
Jumat, 01 April 2016
(terjebak) Bulan Madu : Bandung
Bagi pasangan yang baru saja menikah, sudah menjadi hal lumrah untuk merencanakan bulan madu. Begitu pula dengan kami. Ini ide si dia (baca : suami), tentu saja sebelum menikah saya hanya dapat menampilkan sikap pemalu saya dan saya cukup ge-er merespon ajakan si dia.
Satu bulan sebelum menikah. Si dia minta saya untuk pesan tiket KA ke Bandung, saya langsung tanya "untuk siapa dan apa?". Si dia jawab "untuk kita nanti setelah nikah, bulan madu ceritanya", saya jawab singkat "oke, saya browsing dulu". Jawaban sesingkat itu sama sekali tidak menggambarkan pikiran saya yang sudah mengembara kemana-mana....wah ternyata dia so sweet juga pake acara bulan madu segala, diajak kemana ya nanti, hmm perlu persiapan khusus nih....
Langganan:
Postingan (Atom)