Senin, 08 Juli 2013
banana sorbet with yoghurt
BANANA SORBET WITH YOGHURT
rasa : manis pisang campur asam yoghurt
tekstur : lembut me-lumer
Bahan :
1. pisang ambon* 5bh > kupas
2. yoghurt plain
3. meses
Cara :
1. masukkan pisang di freezer selama 1hari
2. blender pisang beku
3. kembali masukkan ke freezer selama 1hari
4. sudah jadi, tata dalam gelas kecil, tuang yoghurt diatasnya, tambahi meses
*) bisa juga pake pisang susu, pisang ijo (mungkin yang teksturnya lembut)
ayam kuah santan pedas
AYAM KUAH SANTAN PEDAS
rasa : gurih, pedas
tekstur : daging empuk, kuah kental
Bahan :
1. daging ayam 1/2kg > potong jadi 6 bagian
2. santan kental 100ml
3. bawang merah 5bh > iris tipis
4. bawang putih 3bh > iris tipis
5. cabe merah 4bh > iris tebal
6. cabe rawit 4bh > iris tipis
7. kunyit 2cm > iris tipis
8. jahe 1cm > geprek
9. sereh 1batang > geprek
10. daun salam
11. tomat 2bh > potong dadu
12. air 300ml
Cara :
1. panaskan minyak
2. masukkan bahan 3-11, tumis hingga layu dan harum
3. masukkan air, tunggu mendidih
4. masukkan daging ayam, kecilkan api, masak sekitar 15 menit hingga daging empuk
5. masukkan santan, sambil diaduk perlahan hingga tanda awal mendidih, matikan api
Sabtu, 06 Juli 2013
satu muharram satu empat tiga tiga hijriyah
tulisan ini akan sedikit menggambarkan kejadian pada tanggal bersejarah itu, silahkan diikuti ...
03.00
sesuai dengan alarm yang saya pasang di hp, pukul 03.00am saya terbangun. beberapa kali mengerjapkan mata, dahi saya mengerut "dimana saya?", sedetik kemudian saya hanya tersenyum. dinding kamar saya sudah terbalut kain licin berwarna putih tulang dan kuning emas. saya lihat disamping saya, ibu masih tertidur. segera saya turun dari ranjang dan mengambil air wudhu.
04.00
setelah tahajud dan mandi, ibu mengingatkan "dek, ayo sarapan dulu", saya mengiyakan, saya pikir tanggung, nanti saja setelah sholat shubuh.
05.00
ibu perias itu datang, saya sudah bersiap diri dan setor tampang polos. saya hanya berkeyakinan dan percaya, ibu ini akan memberikan riasan terbaiknya di hari ini, yang tentu dia tahu bahwa hari ini akan menjadi sangat bersejarah. pada akhirnya keyakinan dan kepercayaan itu tidak sia-sia.
06.00
saya tersenyum, melihat sanak keluarga yang hilir mudik, bergantian dirias, dan semuanya tidak ada yang waktu riasnya se-lama saya.
07.00
saya sudah siap, tepat sesuai waktu yang direncanakan. sudah ada beberapa ucapan selamat via sms. sambil menunggu mobil datang, saya terus berdzikir dan melafal alfatihah, itu pesan keramat dari ibu. mba menghampiri dan berbisik "jangan lupa pasang senyum terus", saya tanggapi serius "senyum setiap saat?" sambil mempraktekkan senyuman ala saya, mba menjawab tak kalah serius " iya, sepanjang waktu, tapi jangan sampe nyengir"..
08.00
saya sudah di masjid. melihat sanak keluarga yang antusias, saya berucap banyak terimakasih dalam hati saya. terus berdzikir dan melafal alfatihah.
09.00
bapak berjas hitam itu mulai membuka acara sakral ini, bismillahirrahmanirrahim...
10.00
'dia' yang sempat saya lihat tadi bertampang sangat serius, sekarang sudah nyengir minta dilapkan keringatnya, sungguh itu membuat saya mati gaya.
11.00
senyuman ini sudah mulai terasa kaku rasanya
12.00
dengan alasan tidak menyia-nyiakan riasan 'mewah' dan mobil mewah (pinjaman), 'dia' langsung menculik saya ke masjid kampus, tidak tanggung2 sopir dan juru foto juga 'dia' sertakan dalam edisi tambahan ini.
13.00
kembali ke kamar berbalut kain licin ini, kali ini bersama 'dia'
....sholat-makan-istirahat......
begitulah singkat sejarah awal cerita ini,
terimakasih untuk 'dia' yang telah mempercayakan separuh diennya bersama saya,
abi Wanda Hafiz Nurzaman
03.00
sesuai dengan alarm yang saya pasang di hp, pukul 03.00am saya terbangun. beberapa kali mengerjapkan mata, dahi saya mengerut "dimana saya?", sedetik kemudian saya hanya tersenyum. dinding kamar saya sudah terbalut kain licin berwarna putih tulang dan kuning emas. saya lihat disamping saya, ibu masih tertidur. segera saya turun dari ranjang dan mengambil air wudhu.
04.00
setelah tahajud dan mandi, ibu mengingatkan "dek, ayo sarapan dulu", saya mengiyakan, saya pikir tanggung, nanti saja setelah sholat shubuh.
05.00
ibu perias itu datang, saya sudah bersiap diri dan setor tampang polos. saya hanya berkeyakinan dan percaya, ibu ini akan memberikan riasan terbaiknya di hari ini, yang tentu dia tahu bahwa hari ini akan menjadi sangat bersejarah. pada akhirnya keyakinan dan kepercayaan itu tidak sia-sia.
06.00
saya tersenyum, melihat sanak keluarga yang hilir mudik, bergantian dirias, dan semuanya tidak ada yang waktu riasnya se-lama saya.
07.00
saya sudah siap, tepat sesuai waktu yang direncanakan. sudah ada beberapa ucapan selamat via sms. sambil menunggu mobil datang, saya terus berdzikir dan melafal alfatihah, itu pesan keramat dari ibu. mba menghampiri dan berbisik "jangan lupa pasang senyum terus", saya tanggapi serius "senyum setiap saat?" sambil mempraktekkan senyuman ala saya, mba menjawab tak kalah serius " iya, sepanjang waktu, tapi jangan sampe nyengir"..
08.00
saya sudah di masjid. melihat sanak keluarga yang antusias, saya berucap banyak terimakasih dalam hati saya. terus berdzikir dan melafal alfatihah.
09.00
bapak berjas hitam itu mulai membuka acara sakral ini, bismillahirrahmanirrahim...
10.00
'dia' yang sempat saya lihat tadi bertampang sangat serius, sekarang sudah nyengir minta dilapkan keringatnya, sungguh itu membuat saya mati gaya.11.00
senyuman ini sudah mulai terasa kaku rasanya
12.00
dengan alasan tidak menyia-nyiakan riasan 'mewah' dan mobil mewah (pinjaman), 'dia' langsung menculik saya ke masjid kampus, tidak tanggung2 sopir dan juru foto juga 'dia' sertakan dalam edisi tambahan ini.13.00
kembali ke kamar berbalut kain licin ini, kali ini bersama 'dia'
....sholat-makan-istirahat......
begitulah singkat sejarah awal cerita ini,
terimakasih untuk 'dia' yang telah mempercayakan separuh diennya bersama saya,
abi Wanda Hafiz Nurzaman
Langganan:
Postingan (Atom)


