Jumat, 30 Desember 2016

KAMPOENG KIDZ, Batu, Jawa Timur

KAMPOENG KIDZ, Batu, Jawa Timur
Salah satu destinasi wisata edukasi bagi anak-anak di Kota Batu. Model edukasinya cukup meningkatkan "intelectual curiosity" anak. Setiap anak atau rombongan anak dipandu oleh seorang kakak pemandu. Dia ini yg aktif banget bertanya ke Ifa. Ifa yg awal dateng masih silent explorer ga butuh waktu lama untuk keluar ceriwis aslinya. Sampai akhirnya kakak pemandu yg kelabakan sendiri jawab pertanyaan Ifa.
Tema edukasi di Kampoeng Kidz ini "Entrepreneurship". Setelah registrasi, kakak pemandu akan jelasin aturan main di "educational land" ini. Ada uang mainan yg diberikan untuk nanti dipakai membeli tiket masuk wahana. Ifa bebas memilih wahana apa saja yg dia mau.
Tiket masuk : 150.000/anak untuk anak yg ikut paket edukasi.
Fasilitas : tas, buku, foto, bebas memilih wahana, voucher makan, dan (tentu saja) kakak pemandu.
Pengantar dikenakan tiket masuk : 20.000/orang.
Kali pertama kemarin, Ifa pilih 7 wahana :
Animal Farm : Pigeon, Rabbit, Pouitry
My Lovely Fish, Fish Brotherhood
Kitchen Garden : Jamur
Bakery & Choco Factory
Sedikit info tentang kakak pemandu. Mereka adalah pelajar SMA Selamat Pagi Indonesia. Latar belakang mereka tidak mampu ekonomi dan yatim piatu. Cukup oke untuk seusianya dalam menjalin "engagement" dengan jiwa belajar sang anak.

Belajar dari Si Salah

Belajar dari Si Salah
_____________________________________
Hari ini Kakak Ifa dan Adek Khalid ikut umi belajar. Di tengah sesi, kakak Ifa ikut main ke luar rumah dengan teman dan ibunya teman. Karena agak lama umi pun beranjak melihat ke luar rumah, kakak sedang di seberang jalan, tanpa alas kaki sambil memunguti bunga kamboja.
Jalanan dalam komplek ini memang relatif sepi, tapi pas itu ada motor akan melintas dan kakak Ifa justru lari menyeberang. Alhamdulillah bapak pengendara motor bisa menghindar.
Sampai lah Ifa berjarak 5m dr tempat sy berdiri. Ada yg sedang tak kuasa menahan emosi rupanya, dia "Si Salah" yg langsung mengomentari tentang kecerobohan kakak Ifa, tanpa melihat apa yg sedang dia bawa.
Sy melihat dia tiba2 menunduk, lalu sy kembali duduk mengikuti sesi belajar.
Tak dipungkiri, sudut mata ini menangkap kakak Ifa juga masuk rumah, lalu menghampiri Umi Anina dan menyerahkan beberapa kuntum bunga kamboja tadi, dan meletakkannya di piring.
Nyesssss rasanya..
Something wrong detected!
Kakak Ifa menghampiri umi, sambil menahan gejolak "nyess" tadi, umi tanya : mana kak bunga kamboja tadi?, harum ga?
Kepalany terangkat lalu bersemangat mengambil kembali bunga2 yg dia simpan di piring tadi.
Alhamdulillah, sy cium kepalanya, dalam hati "maafkan umi si salah ini ya nak"....
_________________________________________
Mengingat kembali teori "first, endapkan emosi". Menggunakan kacamata positif terlebih dahulu, setelah itu baru sampaikan apa kesalahannya.
Diingatkan kembali untuk menjadi "Orangtua adalah tempat kembali sang anak". Cerita di atas hanya level kecil. Level besarnya bisa dibayangkan ketika sang anak mencari "tempat kembali" yg lain, karena orangtua selalu melihat kesalahan si anak saja.
Oiya ada 1 pertanyaan yg selalu ditanya Abi ketika umi minta ijin akan pergi belajar bersama anak2 : apa di sana ada anak2 seusia kakak adek?.
Karena pastikan hak bermain anak tidak terenggut.

Refleksi Matrikulasi IIP

Refleksi Matrikulasi IIP
_________________________________________
Q : Dari kecil hidup sy mengalir. Mengalir indah meskipun tanpa rencana visi misi, dari mulai sekolah hingga jodoh. Dan saya merasa Allah selalu memberikan keputusan terbaiknya setiap saya melewati fase hidup ini. Apa saya salah dengan prinsip mengalir ini?
A : Bersyukurlah mba. Karena doa-doa orangtua mba selalu didengar Allah. Ridho mereka lah yang membuat mba selalu enjoy dengan aliran hidup ini. Namun, bisa jadi mba tidak cukup bahagia dengan aliran indah itu. Bisa jadi sudah bahagia namun kadarnya masih rendah.
__________________________________________
Bahagia bukan hanya bicara tentang apa-apa yang telah kita dapatkan.
Namun lebih luas dari itu,
Bahagia adalah tentang berbagi.
Berbagi artinya mempraktekkan.
Seperti mempraktekkan ilmu pengasuhan kepada anak.
Berbagi artinya mengajak.
Seperti mengajak seluruh anggota keluarga berbuat hal kebaikan.
Berbagi artinya mewarnai.
Seperti sebuah keluarga memberikan warna bagi lingkungan sekitar.
Berbagi artinya berbagi.
Karena jelas, dalam Al-Quran Surat Al-Baqoroh ayat 30, Allah menjelaskan tentang misi penciptaan manusia. Manusia diciptakan sebagai "khalifah fil ardh". Adapun peran terkecil seorang khalifah adalah berbuat untuk sesama.
Dan kunci berbagi adalah belajar.
Proses belajar dalam matrikulasi ini yang membuat saya tegas menjawab TIDAK, ketika ada pertanyaan "Jika dilahirkan kembali kamu ingin menjadi apa?".
Saya jawab tidak pernah ingin dilahirkan kembali. Karena saya ingin menjadi seorang pembelajar dari setiap laku kehidupan yang telah dan akan saya jalani. Hingga lulus mencapai gelar almarhumah dengan predikat cumlaude. Amiiin..
Semoga menjadi amal jariyah bagi Bu Septi dan seluruh tim matrikulasi IIP, yang telah membagikan ilmu-ilmu kebaikan.
.
.
.
#MiladIIPke5th
#IIPSurabayaRaya
#MatrikulasiIIP